Monday, 23 June 2014

Ramadhan Yang Kunanti

Hari ini
Kurang sepurnama lagi
Tirai Syaaban akan berlabuh
Lalu tersingkaplah tabir Ramadhan
Bulan barakah penuh kemuliaan
Bulan keampunan pahala digandakan

Ramadhan tahun ini
Kumohon agar aku diberi ruang lagi
Buat kutebus silapku yang dulu

Sungguh
Sungguh kumerindui madrasah itu
Sekolah buat nafsu yang sering membelenggu
Nafsu yang rakus meratah imanku
Sehingga kuhanyut dalam lautan dosa

Ramadhan
Nanti jika kita bersua lagi
Takkan kulepaskan kau pergi begitu sahaja
Akanku genggam kau erat dan kemas
Sehingga terlerai pautan nafsu
Inginku sambut tawaran istimewa Ilahi
Inginku raih keampunan dariNya
Inginku gamit malam seribu bulan
Inginku bersihkan hitam hati
Agar kembali hidup jiwa yang mati
Di penghujung Ramadhan itu nanti

Ya Tuhan
Sampaikanlah aku kepadanya
Ramadhan yang kunanti

Pantai Dalam, KL
02/06/2014

K.U.S.U.T

Kusut
Buntu dan kaku
Lorongan manakah harus dituju
Bingung merajai pangkalan minda
Hingga mati waras deria
Dilema bertandang 
Memilih antara dua
Dua warna yang seakan sama

Bingung
Diluah memakan diri
Dipendam batin terseksa
Sakitnya menyentap tangkai hati
Bergetar menahan pedih
Luluh dan robek sukar dipulih

Akhirnya
Munajat Ilahi pengubatnya
Mohon disuluh lorong yang pasti
Jalan redhaNya menuju syurgawi
Agar pedih luka kembali pulih
Penawarnya redha qadar Ilahi
Setelah usahamu sehabis mahu

Pantai Dalam, KL
23/05/2014
1.10am

Alam Sudah Sakit

Kasihannya
Air sungai terbatuk
Udara yang dihirup terasa kelat
Sedihnya terlihat tanah
Merah pucat gersang hamparannya
Langit mendung dengan debu
Tiada lagi awan menutup hangat mentari
Biarpun zulumat hari mendatang
Bahang siangnya membawa ke malam
Cuma sesekali angin lembut menyapa

Nun lihat pula di jalanan
Di kiri kanan di dalam saliran
Saratnya bukan dengan sekadar air
Sesaknya dengan himpunan sampah
Tersekat alirannya
Longlai menuju ke muara

Ini akibatnya
Hasil tangan makhluk berindera
Melihat tapi tidak perasan
Lebih-lebih lagi tidak berperasaan
Mendengar tapi tidak mengerti
Bijak berbicara tidak melaksana
Alam sekitar dipandang sepi

Pantai Dalam KL
24/05/14
1.23am

Perindu Desa

Teringat dia waktu dulunya
Sewaktu membesar di halaman rindu
Ketika dia girang bermain
Berkejar-kejaran di tanah berpasir
Diiringi indah lagu decitan unggas
Melagukan kisah kehidupan di desa
Bukan cereka karangan 
Bukan rekaan deklamator

Ia kisah lalu yang masih segar
Dalam benak perindu desa
Taman asuhan sekolah kehidupan
Tempat mengenal Tuhan
Dari warna-warni bunga-bungaan
Dari sawah yang luasnya terbentang
Dari ternakan yang membiak subur
Dari perkebunan yang kaya hasilnya

Zaman itu
Mereka belum celik teknologi
Namun hati mereka tidak buta kasih sayang
Mereka bertemu di alam nyata
Tiada berselindung di sebalik tabir maya
Bertegur sapa perkara biasa
Mereka menjaga tepi kain bersama
Mengambil tahu agar sejahtera
Satu kampung bagaikan sebuah keluarga
Darahnya bersatu di muara kasih Ilahi

Pantai Dalam, KL
23/05/14
12.44pm

Jazakumullah kheir ^^


Terima Kasih.

Datang Lagi!!