Memang membaca isi hati orang itu bukan upayaku
Memang kau tiada buat apa kesalahan denganku
Tapi cuma aku yang tersinggung dengan perilakumu
Memang adakala aku kelihatan menjauhkan diri
Tapi itu lebih baik bagiku dari aku terus sakit hati
Memang aku sentiasa berbaik sangka
Tapi sakitnya hatiku ini datang tak dipinta
Memang padamu aku bisa terima apa sahaja
Tapi jangan buat aku sampai terasa seperti boneka
Memang bergurau senda pemanis duka
Tapi jika terlebih hati bisa terluka
Memang aku tak kisah diketepikan
Tapi jangan hanya kau datang kepadaku pabila memerlukan
Memang tidak kuharapkan aku dilayan istimewa
Tapi cukuplah agar wujudku seperti ada
Memang biar adaku tidak menguntungkanmu
Tapi kan lebih baik jika kau elakkan prasangkaku
Memang aku tak pinta setiap kepergianmu kau ceritakan
Tapi setidaknya janganlah sampai aku perasan
Memang adakalanya aku memang kau tak perlukan
Tapi jangan sampai kau lupa adab dalam persahabatan
Memang sebenarnya aku tak kisah apa kau nak lakukan
Tapi dah memang ini hakikat persahabatan
Memang biar aku tak bersamamu saat sukamu
Tapi aku masih sudi mendampingimu tika dukamu
Ya...adakala kuterasa jauh darimu meski dekat
Sy susun jari 20 kesemuanya jika entri ini mengguris hati sesiapa, sekadar luahan. Mungkin kita boleh sama2 mengislah diri. Sy akui sy juga salah kerana tak mampu utk mendidik hati menjadi seorang yg redha dan sabar. Mungkin ada orang lain yg sy juga telah mengguris hatinya. Ampun ribuan maaf zahir batin dipinta.
Imam al-Ghazali telah menyenaraikan adab-adab bersahabat di dalam
kitab Bidayatul Hidayah. Antaranya:
- Melebihkan saudara/sahabatnya itu dengan hartanya (apa yg dimiliki). Sepertimana dia berkehendakkan sesuatu kebaikan untuk dirinya, begitu jugalah yang dia harapkan buat sahabatnya (mendapat kebaikan yang sama). Memberikan hartanya padahal dirinya berhajat kepada harta itu.
- Menghulurkan bantuan kepada sahabatnya walaupun tanpa diminta.
- Menyembunyikan akan rahsia sahabatnya.
- Menutup aib sahabatnya.
- Apabila terdengar celaan seseorang kepada sahabatnya,tidak disampaikan celaan tersebut kepada sahabatnya itu.
- Apabila diketahui sahabatnya dicela,maka janganlah ia sesekali mendengar celaan itu.
- Apabila diketahui sahabatnya dipuji, maka hendaklah ia menyampaikan pujian tersebut kepada sahabatnya itu.
- Hendaklah memberi perhatian kepada sahabatnya tatkala ia berbicara.
- Menghindarkan diri dari berbantah-bantah dengan sahabatnya.
- Apabila melihat kebajikan yang dibuat oleh sahabatnya,maka hendaklah ia memuji akan sahabatnya.
- Menegah orang yang sedang mencela sahabatnya walaupun ketika ketiadaan sahabatnya.
- Memberi nasihat dan teguran kepada sahabat apabila diminta.
- Memaafkan segala kesalahan sahabatnya itu dan tidak mencacinya atas kesalahan yang telah dilakukan.
- Sentiasa mendoakan kebaikan kepada sahabat sama ada yang masih hidup atau telah mati.
- Hendaklah membuat kebajikan kepada sahabatnya dan kepada keluarganya apabila dia telah meninggal dunia.
- Tidak memberati akan sahabatnya itu daripada suatu hajatnya supaya senang hati sahabat itu dari kesusahan.
- Mendahului memberi salam ketika berjumpa sahabatnya.
- Memuliakan akan sahabatnya itu akan segenap hal kebaikan.
- Apabila sahabatnya berkata, hendaklah dia mendengar sehingga selesai sahabatnya berkata, sesudah itu barulah dia berkata.
Saidina Ali berkata:
"Saudaramu yang sebenar ialah orang yang sentiasa berada di
sisimu (ketika susah dan senang). Dia sanggup membahayakan dirinya demi
kebaikanmu, dan sanggup berkorban apa sahaja untuk kepentinganmu."
Abu Sulaiman al-Darani ra mengingatkan kita agar melihat dua sifat
ini pada seseorang sebelum memilihnya sebagai rakan:
(1) Orang yang mudah
engkau berurusan dalam kehidupan seharian.
(2) Orang yang dapat
memberikan faedah dan manfaat dalam segala perkara.
Setiap individu muslim mempunyai hak yang perlu ditunaikan terhadap
sahabatnya. Janganlah sekadar menagih hak kita (sebagai sahabat kepada muslim
yang lain), dan mengabaikan hak sahabat lain yang perlu kita tunaikan.

.jpg)


0 comments:
Post a Comment